Memilih atap yang tepat untuk rumah Anda merupakan hal yang penting. Dua pilihan populer saat ini adalah atap spandek dan galvalum. Berikut adalah 7 perbedaan utama antara keduanya:

1. Komposisi Bahan Baku:

  • Spandek: Terbuat dari campuran aluminium dan seng (55% aluminium, 45% seng).
  • Galvalum: Terbuat dari baja yang dilapisi dengan campuran aluminium (55%), seng (43,5%), dan silikon (1,5%).

2. Ketahanan Korosi:

  • Spandek: Cenderung lebih mudah berkarat dibandingkan galvalum, terutama di daerah dengan tingkat polusi tinggi.
  • Galvalum: Memiliki ketahanan korosi yang lebih baik karena lapisan aluminium dan silikon.

3. Kekuatan:

  • Spandek: Memiliki kekuatan yang cukup, namun tidak sekuat galvalum.
  • Galvalum: Memiliki kekuatan yang lebih tinggi dan mampu menahan beban yang lebih berat.

4. Ketebalan:

  • Spandek: Tersedia dalam ketebalan 0,3 mm – 0,5 mm.
  • Galvalum: Tersedia dalam ketebalan 0,4 mm – 1 mm.

5. Fleksibilitas:

  • Spandek: Lebih mudah dibentuk dan dibengkokkan, cocok untuk desain atap yang rumit.
  • Galvalum: Kurang fleksibel dibandingkan spandek, namun lebih kokoh.

6. Harga:

  • Spandek: Harganya relatif lebih murah dibandingkan galvalum.
  • Galvalum: Harganya lebih mahal dibandingkan spandek, namun sebanding dengan kualitasnya.

7. Tampilan:

  • Spandek: Tersedia dalam berbagai pilihan warna dan tekstur.
  • Galvalum: Memiliki tampilan yang lebih natural dan metalik.

Atap Spandek Galvalum

Atap Galvalum

Kesimpulan:

Kedua jenis atap memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Spandek lebih cocok untuk bangunan yang membutuhkan atap ringan dan mudah dipasang, sedangkan galvalum lebih sesuai untuk bangunan yang memerlukan tingkat kekuatan dan ketahanan yang tinggi.

Tips:

  • Konsultasikan dengan ahli bangunan untuk menentukan jenis atap yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.
  • Pertimbangkan faktor-faktor seperti budget, lokasi bangunan, dan desain atap yang diinginkan.
  • Pastikan Anda memilih produk atap dari merek terpercaya dan berkualitas tinggi.