Berikut adalah perbedaan antara Mortar Perekat dan Mortar Acian:

Fungsi:

  • Mortar Perekat: Digunakan untuk merekatkan bata ringan, batako, bata merah, keramik, batu alam, granit, dan material lainnya.
  • Mortar Acian: Digunakan untuk menghaluskan permukaan dinding, baik sebelum maupun setelah diplester.

Komposisi:

  • Mortar Perekat: Biasanya terdiri dari semen, pasir, air, dan aditif khusus untuk meningkatkan daya rekat.
  • Mortar Acian: Terdiri dari semen, pasir halus, dan aditif untuk meningkatkan fleksibilitas dan daya tahan.

Tekstur:

  • Mortar Perekat: Memiliki tekstur yang lebih kasar dan lebih tebal dibandingkan mortar acian.
  • Mortar Acian: Memiliki tekstur yang lebih halus dan lebih tipis dibandingkan mortar perekat.

Aplikasi:

  • Mortar Perekat: Diaplikasikan pada saat pemasangan bata, keramik, batu alam, dan material lainnya.
  • Mortar Acian: Diaplikasikan setelah dinding diplester, sebelum pengecatan atau pelapisan lainnya.

Kelebihan dan Kekurangan:

Mortar Perekat:

  • Kelebihan: Daya rekat yang kuat, mudah diaplikasikan, dan tahan lama.
  • Kekurangan: Harganya lebih mahal dibandingkan mortar acian.

Mortar Acian:

  • Kelebihan: Menghasilkan permukaan dinding yang halus dan rata, mudah diaplikasikan, dan lebih hemat biaya.
  • Kekurangan: Daya rekatnya tidak sekuat mortar perekat.

Kesimpulan:

Mortar perekat dan mortar acian adalah dua jenis bahan bangunan yang berbeda dengan fungsi dan kegunaannya masing-masing. Pemilihan jenis mortar yang tepat tergantung pada kebutuhan dan jenis pekerjaan yang akan dilakukan.

Tips:

  • Selalu baca dan ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan mortar sebelum diaplikasikan.
  • Gunakan alat pelindung diri yang sesuai saat bekerja dengan mortar.
  • Konsultasikan dengan ahli bangunan jika Anda tidak yakin jenis mortar yang tepat untuk digunakan.